Suasana hari itu cerah sekali, makin menambah keceriaan hati Serly.Entah angin mana yang membuat hati Serly begitu senang.”Ah, sampai juga akhirnya!” kata Serly sambil membuka pintu mobil yang terparkir di depan mall.Suasana mall ramai banget.Maklum hari Minggu.Baru kali ini Serly berjalan berdua dengan Aldo.Di dalam mall, tak putus tangan Serly digandeng Aldo.
“Ser, kemari deh! Coba kamu pakai baju ini, pasti keren abis, Ser!” ucap Aldo.Jemarinya menunjuk pada sebuah baju.”Tapi warnanya kok hitam sih, Do? Baju warna hitamku udah banyak banget, tuh!”.”Tapi yang ini lain, Ser.Pasti kamu tambah cantik deh, Ser.Suer!Aku nggak bohong!”.”Oke deh kalau gitu!Aku coba dulu.Kamu tunggu di sini, ya!?” sahut Serly sambil berjalan ke ruang ganti.
Memang di antara semua teman Serly, Aldo yang paling akrab dan sayang padanya.Mereka suka saling curhat, maklum Aldo nggak punya adik, jadi Serly kayak adiknya sendiri.Tiba-tiba HP Aldo berdering, ternyata telpon dari Yoga.”Halo, Ga! Ada apa?”kata Aldo singkat.”Eh kamu lagi dimana sih, aku tadi ke rumahmu, kamunya udah pergi!” jawab Yoga dari kejauhan.”Aku lagi di mall, jangan marah, ya,Ga?” sambung Aldo dengan nada agak gugup.”Marah ngapain sih, aku nggak ngerti, emang ada apa sih Al?” ”Anu, Ga, aku lagi jalan-jalan di mall sama...... sama Serly.Habisnya kita sama-sama lagi bete, terus Serly ngajak aku jalan-jalan,”kata Aldo.”Ha...ha...ha..., Aldo...Aldo, kayak nggak tahu aku saja, masa sih aku cemburu sama sobat sendiri!” jawab Yoga tertawa.
Tiba-tiba Serly keluar dari ruang ganti.”Al! Gimana, pantas nggak? Oke ’kan?” kata Serly.”Wow! Cantik banget kamu, Ser!” jawab Aldo kagum.Serly pun tersenyum sambil tersipu malu.Aldo buru-buru kekasir untuk membayar baju itu.Mereka pun keluar dari mall.”Ser, tadi Yoga telpon aku, lho!” kata Aldo.”Ngapain dia telpon?” jawab Serly sewot.Aldo tidak menjawab.......
Di dalam mobil terlantun lagu-lagu yang enak didengar, menambah suasana makin asyik.Setidaknya meredam kemarahan Serly yang sedang dikecewakan oleh yoga yang tidak menepati janji untuk datang malam itu tanpa alasan.”Kita langsung pulang nih Ser?” kata Aldo memecah keheningan sesaat.”Iya dong, entar bokapku cari-cari aku lagi!” sahut Serly.Nggak terasa mereka telah sampai di depan rumah Serly.”Makasih ya Al bajunya!” kata Serly sambil menenteng tasnya.”Sama-sama anak manis! Eh, inget, jangan sering marah dan cemberut, entar cepat tua, lho!’ jawab Aldo sambil nyubit pipi Serly.”Oke bos! Hati-hati di jalan, jangan ngebut,”pesan Serly sambil melambaikan tangan.
Hari itu Serly ada kuliah pagi.Dia melangkah menuju kampus, tiba-tiba ada orang memanggil-manggil namanya.Serly menoleh dan ternyata May berlari-lari menghampirinya.”Ser kamu nggak ke rumah sakit?” tanya May.”Ke rumah sakit? Ngapain?” tanya Serly bingung.”Lho, kamu belum tahu, ya? Aldo semalam kecelakaan! Aku di kasih tahu Yoga,” jawab May.
Pelajaran mata kuliah hari itu terasa lama.Serly sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Aldo.Selesai kuliah, Serly, May, dan Yoga bergegas menuju rumah sakit.Sepanjang perjalanan, Serly banyak melamun.Ia ingat saat Aldo mengaku sedang jatuh cinta pada seorang cewek, tapi nggak berani mengatakannya. Aldo juga bilang kalau cintanya pada cewek itu akan dia bawa sampai mati. Tanpa sadar air mata Serly menetes, ia takut sesuatu terjadi pada Aldo.Sesampainya di rumah sakit mereka bertemu mamanya Aldo.Matanya sembab habis menangis.
Hati Serly trenyuh dengan keadaan Aldo yang terbaring tak berdaya.Dia koma, antara hidup dan mati.Akhirnya mereka pamitan untuk pulang pada mama Aldo.Dalam perjalanan pulang Serly hanya diam, tapi dalam hatinya dia menyimpan berjuta cerita bersama Aldo.Tiba-tiba HP Yoga berbunyi ”Halo ada apa tante? Apa?! teriak Yoga.Serly sangat terkejut.Ia tahu sesuatu yang buruk telah terjadi.”Aldo... Aldo, sudah pergi ninggalin kita semua!” ucap Yoga pelan.
Sore itu, seusai pemakaman Aldo, Serly duduk termenung di samping pusara Aldo.Serly mengenakan baju hitam pemberian Aldo.Ia terlihat syok.Wajahnya tertunduk, matanya yang biasanya bersinar kini terlihat sendu dan berkaca-kaca.Serly masih belum bisa menerima kepergian Aldo.Dengan perlahan Yoga memapah Serly meninggalkan tempat pemakaman.Sesampainya di rumah Serly merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil membayangkan wajah Aldo, dan saat-saat terakhir dari kebersamaan mereka.Ia merasa sangat bersalah karena Aldo mengalami kecelakaan sehabis mengantar dirinya pulang.
Tiba-tiba HP Serly berbunyi, ternyata sms dari May.Isinya: ”Ser, maafin aku, jika selama ini aku nggak ngomong sama kamu.Sebenarnya apa yang Aldo curhatin ke kamu itu benar, cewek yang dimaksud itu adalah kamu Ser.Dia mencintai kamu, tapi dia nggak mau persahabatan dengan Yoga hancur gara-gara cinta segitiga.Dia juga ikut bahagia jika kamu dan Yoga bahagia.”
Serly terdiam.Dia tak mampu berkata apa-apa.Cinta Aldo pun tetap menjadi kenangan yang akan dia bawa sampai mati.
“Ser, kemari deh! Coba kamu pakai baju ini, pasti keren abis, Ser!” ucap Aldo.Jemarinya menunjuk pada sebuah baju.”Tapi warnanya kok hitam sih, Do? Baju warna hitamku udah banyak banget, tuh!”.”Tapi yang ini lain, Ser.Pasti kamu tambah cantik deh, Ser.Suer!Aku nggak bohong!”.”Oke deh kalau gitu!Aku coba dulu.Kamu tunggu di sini, ya!?” sahut Serly sambil berjalan ke ruang ganti.
Memang di antara semua teman Serly, Aldo yang paling akrab dan sayang padanya.Mereka suka saling curhat, maklum Aldo nggak punya adik, jadi Serly kayak adiknya sendiri.Tiba-tiba HP Aldo berdering, ternyata telpon dari Yoga.”Halo, Ga! Ada apa?”kata Aldo singkat.”Eh kamu lagi dimana sih, aku tadi ke rumahmu, kamunya udah pergi!” jawab Yoga dari kejauhan.”Aku lagi di mall, jangan marah, ya,Ga?” sambung Aldo dengan nada agak gugup.”Marah ngapain sih, aku nggak ngerti, emang ada apa sih Al?” ”Anu, Ga, aku lagi jalan-jalan di mall sama...... sama Serly.Habisnya kita sama-sama lagi bete, terus Serly ngajak aku jalan-jalan,”kata Aldo.”Ha...ha...ha..., Aldo...Aldo, kayak nggak tahu aku saja, masa sih aku cemburu sama sobat sendiri!” jawab Yoga tertawa.
Tiba-tiba Serly keluar dari ruang ganti.”Al! Gimana, pantas nggak? Oke ’kan?” kata Serly.”Wow! Cantik banget kamu, Ser!” jawab Aldo kagum.Serly pun tersenyum sambil tersipu malu.Aldo buru-buru kekasir untuk membayar baju itu.Mereka pun keluar dari mall.”Ser, tadi Yoga telpon aku, lho!” kata Aldo.”Ngapain dia telpon?” jawab Serly sewot.Aldo tidak menjawab.......
Di dalam mobil terlantun lagu-lagu yang enak didengar, menambah suasana makin asyik.Setidaknya meredam kemarahan Serly yang sedang dikecewakan oleh yoga yang tidak menepati janji untuk datang malam itu tanpa alasan.”Kita langsung pulang nih Ser?” kata Aldo memecah keheningan sesaat.”Iya dong, entar bokapku cari-cari aku lagi!” sahut Serly.Nggak terasa mereka telah sampai di depan rumah Serly.”Makasih ya Al bajunya!” kata Serly sambil menenteng tasnya.”Sama-sama anak manis! Eh, inget, jangan sering marah dan cemberut, entar cepat tua, lho!’ jawab Aldo sambil nyubit pipi Serly.”Oke bos! Hati-hati di jalan, jangan ngebut,”pesan Serly sambil melambaikan tangan.
Hari itu Serly ada kuliah pagi.Dia melangkah menuju kampus, tiba-tiba ada orang memanggil-manggil namanya.Serly menoleh dan ternyata May berlari-lari menghampirinya.”Ser kamu nggak ke rumah sakit?” tanya May.”Ke rumah sakit? Ngapain?” tanya Serly bingung.”Lho, kamu belum tahu, ya? Aldo semalam kecelakaan! Aku di kasih tahu Yoga,” jawab May.
Pelajaran mata kuliah hari itu terasa lama.Serly sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Aldo.Selesai kuliah, Serly, May, dan Yoga bergegas menuju rumah sakit.Sepanjang perjalanan, Serly banyak melamun.Ia ingat saat Aldo mengaku sedang jatuh cinta pada seorang cewek, tapi nggak berani mengatakannya. Aldo juga bilang kalau cintanya pada cewek itu akan dia bawa sampai mati. Tanpa sadar air mata Serly menetes, ia takut sesuatu terjadi pada Aldo.Sesampainya di rumah sakit mereka bertemu mamanya Aldo.Matanya sembab habis menangis.
Hati Serly trenyuh dengan keadaan Aldo yang terbaring tak berdaya.Dia koma, antara hidup dan mati.Akhirnya mereka pamitan untuk pulang pada mama Aldo.Dalam perjalanan pulang Serly hanya diam, tapi dalam hatinya dia menyimpan berjuta cerita bersama Aldo.Tiba-tiba HP Yoga berbunyi ”Halo ada apa tante? Apa?! teriak Yoga.Serly sangat terkejut.Ia tahu sesuatu yang buruk telah terjadi.”Aldo... Aldo, sudah pergi ninggalin kita semua!” ucap Yoga pelan.
Sore itu, seusai pemakaman Aldo, Serly duduk termenung di samping pusara Aldo.Serly mengenakan baju hitam pemberian Aldo.Ia terlihat syok.Wajahnya tertunduk, matanya yang biasanya bersinar kini terlihat sendu dan berkaca-kaca.Serly masih belum bisa menerima kepergian Aldo.Dengan perlahan Yoga memapah Serly meninggalkan tempat pemakaman.Sesampainya di rumah Serly merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil membayangkan wajah Aldo, dan saat-saat terakhir dari kebersamaan mereka.Ia merasa sangat bersalah karena Aldo mengalami kecelakaan sehabis mengantar dirinya pulang.
Tiba-tiba HP Serly berbunyi, ternyata sms dari May.Isinya: ”Ser, maafin aku, jika selama ini aku nggak ngomong sama kamu.Sebenarnya apa yang Aldo curhatin ke kamu itu benar, cewek yang dimaksud itu adalah kamu Ser.Dia mencintai kamu, tapi dia nggak mau persahabatan dengan Yoga hancur gara-gara cinta segitiga.Dia juga ikut bahagia jika kamu dan Yoga bahagia.”
Serly terdiam.Dia tak mampu berkata apa-apa.Cinta Aldo pun tetap menjadi kenangan yang akan dia bawa sampai mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar