Sejarah Hari Bumi
Gagasan Hari Bumi sebenarnya diawali dari “perjuangan” John McConnell yang lahir di
Tahun 1969, dalam konferensi nasional UNESCO di San Fransisco, McConnell mengajukan usul pertama kalinya mengenai Hari Bumi yang bertujuan untuk merayakan kehidupan dan keindahan bumi, sekaligus mengingatkan pentingnya memelihara dan merawat keseimbangan ekologis yang mendukung seluruh kehidupan di planet bumi. Usulannya itu mendapat dukungan individu, bahkan dukungan internasional tentang pentingnya penatalayanan terhadap bumi, tempat seluruh kehidupan bergantung.
Sementara pada akhir tahun 1969, Senator AS Gaylord A Nelson memaklumatkan bahwa pendidikan tentang lingkungan hidup harus dimasukkan dalam kurikulum di sekolah dan perguruan tinggi. Tahun berikutnya (1970), seorang pengacara dan pencinta lingkungan hidup Denis Hayes, lulusan Stanford University memimpin ribuan pelajar untuk merencanakan peringatan Hari Bumi pada 22 April 1970. Alhasil, pada 22 April 1970, atas dukungan Senator AS Gaylord A Nelson, 20 juta orang berpartisipasi dalam peringatan Hari Bumi pertama kali.
Sekarang …………
Apa yang terjadi sekarang, sudah pasti berbeda dengan tahun sebelumnya. Di dalam filsafat Geografi dikenal dengan aliran Determinisme dan Posibilisme. Aliran Determinisme menyatakan bahwa alam (bumi) ini memainkan peranan terhadap keberadaan manusia. Sedangkan aliran posibilisme menyatakan bahwa keberadaan manusia memegang peranan penting terhadap alam.
Kembali Beraksi Jangan Menjadi Saksi
Ya saatnya sekarang beraksi untuk menjaga kondisi bumi ini yang sudah tua dan bukan berdiam diri. Ingat perkataan Aa Gymnastiar sebagai berikut : Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yang kecil dan Mulai saat ini. Banyak yang dapat di lakukan oleh diri kita sendiri, dan berikan yang terbaik buat anak dan cucu kita. Dan yang pasti kita jangan sampai berdiam diri menjadi saksi bisu. Kalo dalam bahasa inggrisnya “No Action Talking Only” atau dalam bahasa sundanya “Ulah Ngajedog Wae”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar